Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Februari 2016


KAU
Karya : Dian Rahmawati


Bagaimana mungkin aku bisa kembali mengapung di permukaan air
Sebab, senyummu kembali menenggelamkanku lagi
Membawaku dan menghempaskanku ke dalam jurang terdalam
Lalu, kau usap kedua sayap patah yang perlahan mulai usang
Sejenak kau “mencumbu” setiap darah yang mengucur dari robekan sayapku
Kau membawaku terbang, lalu menelantarkan diriku di atas karang dan bebatuan terjal
Bagaimana bisa nafar ini masih tersangkut di kerongkongan
Bahkan untuk sekedar membuka kulit penutup bola mata terasa amat berat
Kini setelah berabad-abad kumengatupkan mata, aku mulai sadar bahwa kau hanyalah senja di penghujung hari

Minggu, 14 Juni 2015


IBU
Peluh dan keringatmu seakan menjadi parfum tubuhmu
Berjuang demi anak adalah  perjuanganmu
Ketika engkau lelah kau selalu tersenyum
Tersenyum menutupi segala rasa sakitmu

Ibu...
Ketika pertama kali aku melihat dunia
Hanya ada jerit tangis dan air mata yang kupersembahkan padamu
Namun,
Tak pernah sekalipun engkau bertanya
Malah engkau sambut aku dengan segenap senyuman tulus 
Senyum yang tersungging dari tepi bibir manismu

Ibu tak mampu aku hitung seberapa banyak waktu yang engkau korbankan untuku
Tak mampu aku mengganti semua yang telah engkau berikan padaku
Yang mampu aku persembhkan untukmu adalah kasih sayang
Untuk hari kemarin, sekarang dan selamanya
I LOVE YOU SO MUCH IBU

Jumat, 08 Mei 2015


Si Duri Mawar
Karya : Lady Rose


Elok nian pesona kelopakmu
Menantang setiap pasang mata untuk menjamahmu
Kilau cahaya menambah keangkuhan tegap tangkaimu
Anginpun tak berani menggoyangkan dedaunanmu

Tatkala seekor kumbang mencoba mencium aromamu
Mengendus setiap inci kelopakmu
Dan kemudian pergi meninggalkan mahkota indahmu
Dalam keadaan layu...
Durimulah yang akan mengoyaknya
Mematahkan kedua sayap bringas itu
Melumpuhkan jantungnya
Kemudian menghempaskannya ke tanah

Keelokkan tanpa filter kesederhanaan membuatmu menjadi idaman
Kelopak kebanggaan menjadi penggoda iman
Semerbak aroma menjadi magnet pemikat kumbang
Si duri tajamlah menjadi pengaman